Ketahui Sistem Kepemilikan Apartemen Jika Ingin Membeli di Jual-apartemen.com

Ternyata sistem kepemilikan apartemen berbeda dengan sistem kepemilikan rumah biasa. Ketika membeli rumah, seseorang akan mendapat Sertifikat Hak Milik (SHM). Namun jika membeli apartemen, sertifikat yang akan didapatkan adalah SHMRS. Apa itu SHMRS? Berikut penjelasannya:

Mengenal SHMRS

Jika membeli sebuah rumah dan mendapatkan Sertifikat Hak Milik (SHM), maka pemilik memiliki kuasa atas tanah serta bangunan diatasnya. Hak kepemilikan SHM juga berlaku turun temurun. Artinya, hak milik tetap akan dimiliki selama pemilik hidup untuk kemudian diwariskan.

Berbeda dengan ketika membeli unit apartemen. Sistem kepemilikan apartemen yang dimiliki hanya atas unit gedung apartemen, tidak termasuk tanah dibawahnya. Sertifikat yang didapatkan adalah SHMRS. Jangka waktu kepemilikan terbatas selama 30 tahun. Namun selanjutnya dapat diperpanjang hingga 20 tahun kedepan.

Hak Kepemilikan Apartemen

Pemilik unit apartemen juga hanya memiliki kuasa terbatas atas unit gedung apartemen terkait, tidak untuk keseluruhan gedung apartemen. Hukum atas kepemilikan apartemen ini dibagi atas 2 macam, yaitu hak kepemilikan perorangan dan kepemilikan bersama.

1. Hak Kepemilikan Perorangan

Kepemilikan perorangan meliputi unit apartemen yang dibeli. Pemilik secara mutlak memiliki unit tersebut secara pribadi, tidak berbagi dengan orang lain. Penghuni atau pemilik dapat melakukan modifikasi terkait penataan ruang dan dekorasi pada unit yang dibeli. Pemilik juga dapat melakukan berbagai kegiatan didalamnya, selama tidak melanggar hukum.

2. Hak Kepemilikan Bersama

Dalam apartemen terdapat bagian milik bersama dengan pemilik unit apartemen yang lainnya. Hak milik bersama ini meliputi bagian-bagian dalam apartemen yang tidak termasuk unit apartemen. Misalnya lift, jaringan listrik, area parkir, koridor apartemen, dan sebagainya.

Jenis Sertifikat Kepemilikan Apartemen

Sebelum memutuskan membeli sebuah unit apartemen, sebaiknya pembeli memperhatikan status kepemilikan tanah atas apartemen yang dibangun tersebut. Dalam sistem kepemilikan apartemen terdapat 3 jenis sertifikat kepemilikan apartemen yang dimiliki developer, yaitu SHKRS, SKBG, dan HPL. Berikut penjelasannya:

1. SHKRS

Apartemen yang memiliki Sertifikat Hak Kepemilikan Rumah Susun, merupakan apartemen yang dibangun diatas tanah milik perorangan atau developer apartemen tersebut. Masa berlaku SHKRS adalah 30 tahun. Proses pengajuan perpanjangan bisa dilakukan 2 tahun sebelum masa berlaku SHKRS habis.

Sertifikat ini diterbitkan oleh kantor pertanahan tingkat kabupaten atau kota. Untuk memperpanjangnya, pemilik cukup mendatangi kantor BPN terdekat dengan membawa berkas yang diperlukan. Berkas yang perlu disertakan yaitu fotokopi KTP, KK, PBB, dan sertifikat asli apartemen terkait.

2. SKBG

Sertifikat Kepemilikan Bangunan Gedung (SKBG) diberikan pada apartemen yang dibangun diatas tanah milik Negara atau tanah wakaf. Kepemilikan apartemen yang dibangun diatas tanah milik negara ini disebut juga dengan HGB murni.

Status kepemilikan apartemen dengan sertifikat ini lebih lemah dibanding HGB Milik. Sebab, status kepemilikan tanah tempat apartemen berdiri dimiliki oleh pihak ketiga. Namun, masih lebih baik jika dibandingkan dengan HPL. Sebab jika Negara meminta kembali tanah tersebut, pemilik masih bisa mendapatkan 80% dari harga tanah saat itu.

3. Hak Pengelolaan Lahan (HPL)

Sertifikat ini dimiliki oleh apartemen yang dibangun diatas tanah milik pihak ketiga. Pemilik sertifikat ini hanya memiliki hak untuk mengembangkan tanah. Misalnya untuk membangun dan mengembangkan properti diatasnya, mengolah lahan produksi, ataupun jenis pengelolaan tanah lainnya.

Sistem kepemilikan apartemen memang berbeda dengan sistem kepemilikan rumah. Pembeli perlu mencermati hal ini sebelum membeli unit apartemen yang diinginkan. Jangan hanya tergiur dengan harga murah dan lokasi strategis. Untuk informasi mengenai beragam apartemen bisa mengunjungi jual-apartemen.com.