5 Perbedaan Content Placement dan Content Review yang Harus Dipahami Blogger

Seorang blogger yang mengelola blog dengan baik, tentu pernah menerima tawaran content placement maupun content review dari pengiklan. Meski keduanya hampir serupa, namun ada beberapa perbedaan signifikan bila ditinjau dari beberapa aspek. Berikut 5 perbedaan antara unggahan artikel yang mereview produk dan artikel bertujuan untuk pemasangan backlink yang harus dipahami:

1. Penulis Artikel yang Akan Dipublikasikan

Umumnya content review mengharuskan pemilik blog untuk menulis artikel sendiri. Beberapa tawaran content review biasanya menyertakan contoh produk agar dapat direview secara objektif oleh si penulis artikel. Berbeda dengan artikel content placement yang umumnya telah disediakan oleh pihak pemesan. Akan tetapi, blogger masih dapat melakukan editing pada artikel sebelum dipublikasikan.

Itulah sebabnya, pemilik blog harus memikirkan matang-matang sebelum menerima tawaran content review dari sebuah brand. Sebab, penulisan artikel mungkin akan memerlukan waktu yang lama. Sehingga wajar bila blogger menetapkan biaya content review yang lebih tinggi, mengingat pekerjaan ini memerlukan ketelitian dalam menulis artikel review yang berkualitas.

2. Pihak Pemesan Artikel

Content review biasanya dipesan oleh beberapa pemilik brand yang ingin mengenalkan produknya. Berbeda dengan content placement yang umumnya dipesan oleh sesama blogger yang ingin mengembangkan halaman blog dengan pemasangan backlink. Melalui artikel yang dipublikasikan pada blog dengan reputasi baik, diharapkan mampu menambah traffic kunjungan ke blog milik pemesan.

3. Cara Penyampaian Informasi

Bila layanan periklanan dipesan oleh pemilik brand, umumnya penulis harus mengunggah artikel yang mengulas sebuah produk. Mulai dari segi tampilan, kegunaan, harga, dan sebagainya. Penyampaian informasi dapat disesuaikan dengan gaya bahasa dari pemilik blog. Sehingga para pembaca tetap nyaman dan tidak menyadari bahwa artikel tersebut merupakan sebuah konten berisi iklan.

Sebaliknya, penempatan konten yang dipesan oleh sesama blogger biasanya tidak membahas sebuah produk secara mendalam. Sebab, pemesan hanya mengharapkan adanya pemasangan backlink pada artikel yang dipublikasikan. Sehingga artikel yang diunggah dapat berupa pembahasan yang relevan dengan topik yang sering dibahas pada blog.

4. Tujuan yang Ingin Dicapai

Sangat jelas bila layanan content review bertujuan untuk mengenalkan sebuah produk ke khalayak umum. Sehingga lewat postingan tersebut diharapkan dapat menarik minat calon pembeli. Sedangkan penempatan konten dengan backlink bertujuan untuk mengarahkan pembaca untuk mengunjungi blog lain yang sedang dioptimasi.

5. Pemilihan Blog yang Sering Digunakan

Berdasarkan tujuan artikel, terdapat perbedaan signifikan pada pemilihan blog. Bila bertujuan untuk pemasangan backlink, maka blog yang digunakan haruslah memiliki reputasi baik pada Google. Hal-hal yang perlu diperhatikan seperti peringkat Alexa Rank, Page Rank, Domain Authority, serta data lainnya. Sedangkan pada content review lebih mengutamakan blog yang memiliki traffic kunjungan tinggi.

Itulah 5 perbedaan content placement dan content review bila dipandang dari beberapa aspek. Dengan adanya penjelasan di atas, diharapkan nantinya dapat membangkitkan semangat bagi para blogger untuk mengembangkan blog yang dimiliki. Sehingga, para pengiklan atau pun sesama blogger tidak ragu untuk bekerja sama guna memperoleh keuntungan bagi kedua belah pihak.